Senin, 21 Mei 2012

Udah Sampai Banyuwangi Belum?

Jenis cerita: Lucu / Humor

Suatu hari, seorang ibu mengantar anaknya yang baru berusia 7 tahun, naik bis jurusan Surabaya-Denpasar. Ibu berpesan pada Pak Supir, "Pak, titip anak saya, ya? Nanti kalau sampe di Banyuwangi, tolong kasih tau anak saya."

Sepanjang perjalanan, si anak cerewet sekali. Sebentar-sebentar ia bertanya pada penumpang, "Udah sampe Banyuwangi belom?" Hari mulai malam dan anak itu masih terus bertanya-tanya. Penumpang yang satu menjawab, "Belom, nanti kalo sampe dibangunin, deh! Tidur aja!"

Tapi si anak tidak mau diam; dia malah maju ke depan dan bertanya pada supir untuk kesekian kalinya, "Pak, cudah campe Banyuwangi belom?" Pak Supir yang sudah lelah dengan pertanyaan itu menjawab, "Belom! Tidur aja, deh! Nanti kalo sampe Banyuwangi pasti dibangunin!"

Minggu, 20 Mei 2012

TTS Online #46

Sabtu, 19 Mei 2012

TTS Online #45

Jumat, 18 Mei 2012

Bumbu Kari Cegah Pikun!

Bumbu kari yang banyak dipakai dalam berbagai resep masakan, mungkin mempertahankan kualitas otak hingga usia lanjut ! Karena banyak mengonsumsi bumbu kari, orang-orang lanjut usia (manula) di negara-negara Asia tetap memiliki ingatan yang baik.

Hasil penelitian menunjukan para manula yang rajin mengonsumsi bumbu kari juga dapat menyelesaikan tes kognitif yang tidak hanya mengukur daya ingat, tapi juga kemampuan belajar dan berpikir. Dalam penelitian tersebut, Dr. Tze-Pin Ng dari Universitas Nasional Singapura (NUS) dan koleganya membandingkan nilai pengujian Mini-Mental State Exam (MMSE) terhadap 1010 manula berusia 60 hingga 93 tahun pada 2003.

Mencari Jati Diri

Pernah nonton film "Who Am I?"
Kalau diperhatikan, film yang dibintangi Jackie Chan ini sering sekali diputar di televisi. Betul? Nah, ceritanya (kurang lebih) tentang seorang tentara unit khusus yang punya misi khusus tapi mengalami kejadian khusus; nyusruk dari helikopter, nyangsang di pohon, dan... anemia! Eh, maksudnya kurang darah? Oh, sori-sori. Amnesia, deng! (abis mirip, sih, hehe). Sepanjang film diceritakan usaha Jackie Chan mencari tahu identitasnya sekaligus membongkar kejahatan salah satu sindikat senjata berbahaya. Lho lho, kok jadi resensi film?

Mungkin apa yang menimpa kita tidak separah Jackie Chan. Tapi ssstt..., jangan salah! Kita juga ga "sehat-sehat" amat; terlebih bagi kita yang sengaja "melupakan" proses pencarian jati diri. Akibatnya? Ngelantur menjalani hidup! Nggak heran, deh, banyak kawula muda kini yang nggak jelas identitasnya, gamang, kabur, burem! Sekilas, sih, gak apa-apa. Tapi apa iya begitu? Dan, apa yang harus kita lakukan biar ga jadi tersangka kasus kehilangan identitas ini?

Kamis, 17 Mei 2012

Nyaris!

Jenis cerita: Lucu / Humor

Hari itu, jalanan lenggang. Sebuah motor melaju kencang tanpa pesaing yang berarti. Memakai jaket kulit hitam dan helm berwarna biru metalik, sang pengedara yang baru berusia 20-an, merasa begitu bebas. Ngeeng, ngeeeng ngeeng!

Tiba di suatu ruas jalan, sang pengendara motor benar-benar zero saingan. Adrenalinnya semakin meningkat saat dari kejauhan dia melihat lampu lalu lintas sedang berwarna hijau. Maka, ditambahkanlah kecepatan motornya hingga batas maksimal. Dia harus mampu melewati lampu hijau itu sebelum berubah jadi merah!

Kalau Duit Pas-pasan

Jenis cerita: Lucu / Humor

Sebut saja dia: Kardiman. Merasa putus asa cari uang di kampung (maksudnya gak kaya-kaya, gitu!), Kardiman memutuskan untuk merantau ke ibukota. Dia pikir rezeki akan datang lebih banyak di sana. Karena itulah, dengan bekal pas-pasan, Kardiman nekad pergi. Kardiman percaya: begitu sampai kota, dia akan segera dapat penghasilan. Walhasil, saat turun di terminal Pulo Gadung, Kardiman hanya punya uang Rp. 1000. Waduh, sedikit bener! Kardiman cuek bebek. Dengan mantap, dia berjalan mencari kerja. Tapi...

5 Tips untuk Persahabatan Kamu

Kawan, ada beberapa tips nih, biar persahabatan kamu lebih bermakna dan dipenuhi kebaikan. Baca dan resapi bareng-bareng nyok:

Rabu, 16 Mei 2012

Berteman? Mengapa Tidak?

Memang sudah dari sananya manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Hm maksudnya makhluk yang suka minta sumbangan, gitu? Bukan lah! Makhluk sosial itu artinya, kurang lebih makhluk yang tidak bisa hidup sendiri. Bisa dibayangkan apa jadinya bila kita harus hidup sebatang kara? Kalau tidak bisa, tidak akan ada yang menyalahkan kamu. Emang susah, sih!

Salah satu bukti bahwa kita membutuhkan seseorang adalah fenomena 'teman'. Bisa dikatakan: di dunia ini, ga ada orang yang gak punya teman; entah satu, dua, atau bahkan... ratusan! (Bukan iklan wafer Tanggo lho! -_-). Berteman sama seperti bernafas, makan, bahkan tidur. Bicara kebutuhan internal; desakan untuk berbagi senang dan susah, memperluas pergaulan, atau berada di lingkungan yang lebih mengerti gejolak emosi adalah hal yang perlu diakomodir segera, kan?

Selasa, 08 Mei 2012

Data Booklet

Ini adalah data untuk pembuatan booklet. Apabila ada data baru, akan segera masuk ke sini: