Jenis Cerita: Nasihat/Dongeng
Oleh Muhammad Nuh
Di sebuah sarang yang sejuk dan nyaman, seekor anak lebah madu tampak termenung. Ia seperti tak bergairah. Sesekali, lebah cilik calon ratu ini merebahkan dirinya di sebuah kursi panjang. Beberapa saat kemudian, ia pun kembali duduk. Sorot matanya begitu layu.
"Kamu tampak lemas, anakku! Sudah makan?" ucap lebah ratu sambil melangkah lambat menuju sang anak. Ia pun membelai-belai tubuh puterinya yang nyaris tak bereaksi sedikit pun. "Bosan, Bu!" jawab si kecil singkat. Tatapannya masih tertuju pada ukiran-ukiran dinding yang membentuk lambang kerajaan. "Bosan? Kamu sakit?" tanya sang ratu lebih prihatin. "Tidak, Bu!" ungkap si kecil lagi-lagi singkat. "Lalu?" balas ratu disertai tatapan tajam ke wajah puteri tercintanya.
"Bu, aku bosan dengan suasana ini. Aku ingin busana yang lebih bagus, makanan yang lebih enak dan beragam. Aku ingin dayang-dayang yang siap diperintah! Aku ingin lebih dilayani!" ungkap si lebah kecil sambil membalas tatapan ibunya. "Kenapa ibu tidak memberiku teman di ruangan ini, kecuali perabot sederhana dan beberapa jendela di hampir semua dinding?" tambah si lebah kecil lebih bersemangat.