Selasa, 21 Juni 2011

Pemilu Untuk Pemula

Hari ini, Selasa tanggal 21 Juni 2011 ada sebuah seminar yang bertemakan Pemilu Untuk Pemula di sekolahku, SMKN 2 Kota Bandung. Acara ini berlangsung bersama panitia-panitia seminar dari KPU (Komisi Pemilihan Umum). Ada apa aja tuh disana? Sebenarnya Andi pada awalnya tidak ikut acara ini. Hanya saja kita ketahuan lagi nganggur di kantin, jadilah kita di ajak oleh Pak Asep Dada untuk mengikuti seminar. Mungkin sobat sekalian tahu, di akhir semester seperti hari-hari ini tidak ada kegiatan belajar mengajar. Andi juga ke sekolah cuma mencari-cari informasi saja. Bisa saja ada remedial atau tugas yang kurang, ternyata tidak ada.


Disana banyak sekali siswa-siswi dari SMK/SMA/Ma lain. Para siswa tersebut juga dibagi menjadi beberapa kelompok lagi. Andi pada saat menulis kiriman ini belum 17 tahun sih, haha. Bentar lagi kok, bulan Agustus baru 17 tahun. Oya, apa sih Pemilu itu? Berikut penjelasannya dari Buku Modul yang diberikan pada saat seminar:
Pemilu merupakan saraa pelaksanaan kedaulatan rakyat dimana rakyat dapat memilih pemimpin plitik secara langsung. Yang dimaksud dengan pemimpin politik disini adalah wakil-wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat (parlemen) baik ditingkat pusat maupun daerah dan pemimpin lembaga eksekutif atau kepala pemerintahan seperti presiden, gubernur, atau bupati/walikota.
Mengapa kita perlu melakukan pemilu? Karena Pemilu bagi suatu negara adalah penting. Ini sebabnya:

  1. Pemilu merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat.
  2. Pemilu merupakan sarana untuk melakukan penggantian pemimpin secara kontitusional.
  3. Pemilu merupakan sarana bagi pemimpin politik untuk memperoleh legitimasi.
  4. Pemilu merupakan sarana bagi rakyat untuk berpartisipasi dalam proses politik.

Nah, itulah beberapa manfaat pemilu. Tahukah kamu, bahwa pemilu pertama kali diselenggarakan di Indonesia pada tahun 1955 dalam sejarah kemerdekaan bangsa Indnesia yang baru berusia 10 tahun.

Pemilihan Umum yang baik dan bersih, mensyaratkan adanya pemilih yang mempunyai pengetahuan, kesadaran dan bebas dari intimidasi berbagai pihak. Dalam rangka itulah, proses pemilu baik legislatif, presiden dan wakil presiden maupun pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah perlu ditanggapi secara kritis oleh masyarakat, khususnya pemilih. Mungkin para pembaca bertanya-tanya, siapakah sih Pemilih Pemula itu? Pemilih pemula adalah pemilih yang baru pertama kali akan melakukan penggunaan hak pilihnya. Pemilih pemula terdiri dari masyarakat yang telah memenuhi syarat untuk memilih.

Adapun syarat-syarat yang harus dimiliki untuk menjadikan seseorang dapat memilih adalah:

  1. Umur sudah 17 tahun,
  2. Sudah / Pernah kawin dan
  3. Purnawirawan / Sudah tidak lagi menjadi anggota TNI / Kepolisian.

Pengenalan proses pemilu sangat penting untuk dilakukan kepada pemilih pemula terutama mereka yang berusia 17 tahun. KPU dibantu dengan pihak terkait lainnya harus mampu memberikan kesan awal yang baik tentan pentingnya suara mereka dalam pemilu, bahwa suara mereka dapat menentukan pemerintahan selanjutnya dan meningkatkan kesejahteraan hidup bangsa. Pemahaman yang baik itu diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus menjadi pemilih yang cerdas.

Secara umum, pemuda (pelajar) sebagaimana masyarakat umum selalu menjadi objek politik. Mereka hanya dilirik untuk hitungan suara saja, tidak lebih. Hal ini tentu mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pendidikan politik itu sendiri selama ini, yakni pencerdasan politik.


Tidak bermaksud menafikan progress perbaikan sadaran politik yang ada, salah satu fakta yang masih bisa di temui, masih didapatinya pemilih yang sekedar memilih atau asal ikut tanpa diikuti dengan kepahaman dan kesadaran. Terlepas begitu banyaknya program yang dibuat yang terpenting saat ini untuk diketahui apakah program-program ini telah memiliki tujuan pendidikan politik yang jelas? Apakah hasilnya bisa terukur secara kualitatif selain hitungan kuantitatif pada waktu pencoblosan? Setidaknya ada beberapa hal yang mesti menjadi output dari program-program tersebut untuk diperhatikan, pertama mampu menumbuhkan kesadaran berpolitik sejak dini. Kedua, mampu menjadi aktor politik dalam lingkup peran dan status yang disandang. Ketiga, memahami hak dan kewajiban politik sebagai warga negara secara baik. Keempat, secara bijak mampu menentukan sikap dan aktivitas politiknya.

Modul 1: Pemilu untuk Pemula. 
Sekretariat Jenderal KPU; Biro Teknis dan Hupmas. www.kpu.go.id